Taman Nasional Gunung Leuser : Ulasan Lengkap

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Flora dan fauna yang ada di Tanah Air begitu beranekaragam dan menakjubkan. Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu perwujudan kekayanaan negeri ini yang memiliki daya tarik luar biasa. Di dalam area ini terdapat jenis flora dan fauna yang langka dan dilindungi.

Taman Nasional Gunung Leuser atau sering disingkat TNGL merupakan sebuah kawasan pelestarian alam di Indonesia yang meliputi hutan, pantai,  cagar alam, dan suaka margasatwa yang terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Destinasi wisata ini sudah dikenal hingga ke seluruh pelosok dunia karena pesonanya begitu indah.

Jenis Flora dan Fauna di TNGL

Di TNGL, tinggal begitu banyak aneka satwa yang langka dan dilindungi. Di kawasan ini tercatat berbagai habitat yang menetap, seperti mamalia, ikan, reptil, burung, amfibi, dan invertebrata. Tak hanya itu, taman nasional ini juga memiliki koleksi burung sebanyak 380, dan 350 spesies diantaranya hidup secara menetap.

Selain itu, di sini juga bisa ditemukan tidak kurang dari 36 dari 50 jenis burung yang merupakan endemik Sundaland. Terdapat 129 spesies mamalia yang ada di Sumatera dan 65 % dari spesies itu dapat dijumpai di TNGL.

Di lokasi ini Anda juga bisa menemukan satwa seperti harimau Sumatera, gajah Sumatera, Owa, Siamang, badak Sumatera, kedih, orang utan, kambing hutan, rangkong, dan masih banyak lagi yang lainnya yang sebagian besar dari mereka dilindungi.

Tak hanya menjadi tempat tinggal bagi sebagian fauna yang ada di Sumatera, di taman nasional ini juga terdapat berbagai macam flora yang dibagi menjadi beberapa zona, yakni zona peralihan, montane, tropika, dan zona sub alphine.

Baca Juga : Nikmati Kecantikan Pagoda Tertinggi Nusantara di Taman Alam Lumbini

Di taman nasional ini, hampir seluruh kawasannya didominasi oleh hutan yang menyimpan berbagai tumbuhan langka khas Gunung Leuser yaitu kantong semar, anggrek tanah, tumbuhan pencekik, tumbuhan ara, tumbuhan daun payung raksasa, bahkan Anda pun bisa menemukan bunga terbesar di dunia yakni raflesia arnoldi.

Taman nasional ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai dengan pegunungan tinggi yang didalamnya terdapat hutan lebat khas hujan tropis serta dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, pariwisata, ilmu pengetahuan, menunjang bududaya dan pendidikan.

Diterimanya Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera ke daftar Situs Warisan Dunia pada 2004, membuat TNGL otomatis masuk dalam daftar World Heritage oleh UNESCO. Hal tersebut tentunya membuat Indonesia semakin bangga atas karunia kekayaan alam melimpah yang diakui oleh dunia.

Sejarah Taman Nasional Gunung Leuser

Latar belakang historis lahirnya Taman Nasional Gunung Leuser berawal pada tahun 1920-an yang saat itu Indonesia masih terbelenggu pemerintahan Kolonial Belanda. Kala itu seorang ahli berkebangsaan Belanda yang bernama F.C. Van Heurn diperintahkan negaranya untuk megeksplorasi dan meneliti sumber daya alam berupa minyak dan mineral yang diperkirakan sangat melimpah di Aceh.

Namun setelah diteliti, Van Heurn rupanya tak terlalu banyak menemukan sumber minyak dan mineral. Van Heurn malah menyatakan jika sang pemuka adat setempat ingin Belanda memedulikan barisan pegunungan dan hutan lebat yang ada di sekitar Gunung Leuser.

Van Heurn juga mendesak pemerintah Belanda agar memberikan status kawasan konservasi, lalu pada Agustus 1928 dibuat proposal yang mengusulkan sebuah Suaka Alam yang ada di Aceh Barat. Proposal ini kemudian terealisasi pada sekitar Februari 1934 dengan ditandai adanya pertemuan antara pemuka adat dan pemerintah Kolonial Belanda.

Isi dari pertemuan tersebut adalah mengenai pelestarian kawasan Gunung Leuser yang bersifat selamanya dan peraturan serta sanksi bagi siapapun yang melanggar berupa hukum penjara maupun denda. Deklarasi ini mencerminkan kemauan dari masyarakat Aceh untuk menjaga kelestarian alam yang ada di kawasan Gunung Leuser.

Daya Tarik yang Mempesona

Taman nasional ini patut Anda kunjungi karena memiliki berbagai pesona keindahan alam yang memang sudah diakui berbagai penjuru dunia. Sensasi keindahan alam akan Anda temui ketika berlibur ke kawasan ini, daya tarik TNGL antara lain:

Pesona alam yang sangat indah dan luas

Taman Nasional Gunung Leuser memiliki total luas sebesar 1.094.692 hektar yang terbagi pada dua provinsi yakni Sumatera Utara dan Aceh. Didalamnya terdapat berbagai macam ekosistem, mulai dari ekosistem pantai hingga pegunungan yang begitu lestari dan alami.

TNGL memiliki beberapa suaka margasatwa yang tergabung di dalamnya, yaitu Suaka Margasatwa Gunung Leuser, Suaka Margasatwa Kluet, Suaka Margasatwa Langkat, Sekundur dan Kappi, selain itu didalam taman nasional ini juga terdapat Taman Wisata Gurah dan Hutan Lindung.

Pesona taman nasional ini sampai menarik perhatian salah satu aktor Hollywood, yakni Leonardo Dicaprio. Aktor yang memerankan peran Jack di film Titanic itu mengunjungi TNGL pada Maret 2016 yang bertujuan untuk mendukung kegiatan konservasi di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Memiliki dua status internasional

Taman nasional ini menyandang dua status internasional, yaitu sebagai Cagar Biosfer yang diperoleh pada tahun 1981 dan sebagai World Heritage pada 2004. Melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, kedua status bergengsi itu ditetapkan oleh UNESCO dan World Heritagi Committee atas usulan dari pemerintah Indonesia.

Pesona Sungai Alas yang membelah Taman Nasional Gunung Leuser

Di dalam kawasan taman nasional ini, terdapat Sungai Alas, sungai terpanjang di Aceh. Daya tarik sungai ini membuat para traveler terhipnotis untuk mencoba bermain arum jeram. Sungai ini memiliki tingkat kesulitan grade 3 dan 4, yang artinya di sana terdapat riam-riam yang diiringi gelombang yang tak terduga. Gelombangnya pun bisa mencapai 2 meter dengan variasi keelokan yang cukup tajam.

Jutaan orang yang bergantung pada Taman Nasional Gunung Leuser

TNGL menjadi tumpuan hidup bagi banyak orang. Taman nasional ini menyediakan suplai air bagi 4 juta masyarakat yang tinggal di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh. Sebanyak 9 kabupaten bergantung pada jasa lingkungan taman nasional ini yang berupa ketersediaan air konsumsi, pengairan, penjaga kesuburan tanah, dan pengendalian banjir.

Puncak Gunung Leuser yang indah

Puncak Gunung Leuser memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter dari permukaan laut. Sangat cocok bagi Anda yang gemar mendaki gunung dan pecinta alam. Lama pendakian setidaknya memakan waktu hingga 14 hari yang menawarkan sebuah petualangan yang sangat dahsyat.

Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan pemandangan alam yang begitu indah. Anda juga bisa berkunjung ke beberapa tempat menarik seperti Goa Kelelawar, sawah, perkebunan karet, dan beberapa proyek sosial yang ada di sekitar taman nasional ini, seperti sekolah gratis, klinik gratis, pendidikan Bahasa Inggris gratis, dan masih banyak program sosial lainnya.

Informasi Harga Tiket dan Waktu Kunjungan Terbaik

Harga tiket untuk memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Leuser cukup terjangkau yakni untuk wisatawan lokal sebesar Rp 25.000,-. Sementara itu untuk turis mancanegara dikenakan biaya Rp 225.000,- per orang.

Waktu terbaik bagi Anda yang ingin berkunjung di taman nasional ini adalah pada bulan Juni sampai Oktober, karena pada waktu itu cuacanya sangat bersahabat, sehingga para pengunjung tak merasa kesulitan untuk trekking. Wisatawan yang datang ke TNGL biasanya mengambil rute Medan-Bukit Lawang. Bukit Lawang merupakan salah satu bagian dari TNGL yang disiapkan sebagai destinasi wisata alam.

Leave a Comment

Scroll back to top