Mencari Tau Sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang

Mencari Tau Sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang – Berpetualang menuju sebuah tugu bersejarah yang berada di kota Sabang membuat hati terasa bahagia, karena keseruan yang bisa dinikmati yaitu melakukan perjalanan ke tempat wisata dan sekaligus dapat mengetahui tentang sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang.

Mengenal cerita sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang begitu istimewa, terlebih lagi hanya sang pengunjung wisata saja yang mengetahui sejarah Tugu No Kilometer saja.

Wisatawan yang berkunjung ke Tugu Nol Kilometer akan mendapatkan sebuah sertifikat resmi dari pihak pengelola wisata, yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Sabang. Oleh sebab itu, banyak pengunjung wisatawan yang masih mahasiswa tertarik datang demi mendapatkan sertifikat tersebut. Sertifikat diberikan sebagai bukti resmi kalau wisatawan pernah mengunjungi Tugu Nol Kilometer.

Kelengkapan fasilitas di tempat wisata Tugu Kilometer tak diragukan sama sekali, karena fasilitasnya sangat amat lengkap. Berbagai macam fasilitas yang dapat dimanfaatkan yaitu toilet umum, tempat beribadah bagi umat Islam, tempat parkir, dan taman yang luas. Tak perlu ragu untuk menggunakan seluruh fasilitas yang ada, karena seluruh wisatawan diperbolehkan untuk mengaksesnya.

Lokasi dan Cerita Sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang

Tugu nol kilometer letaknya di Aceh, lokasi tepatnya yaitu berada di Pulau Sabang. Pulau tersebut dikenal memiliki pemandangan alam yang sangat mempesona. Memiliki keistimewaan yaitu digunakan sebagai tanda batas wilayah Indonesia bagian paling barat.

Perjalanan untuk melihat dan mengetahui cerita sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang membutuhkan waktu selama satu jam saja dari Pulau Weh. Waktu perjalanan bisa dilakukan dengan cepat, karena akses jalanan nya semakin membaik setelah dilakukan perbaikan oleh pemerintah setempat. Sayangnya sepanjang perjalanan ke tempat wisata masih sangat sepi, seperti menyusuri jalanan hutan yang tak berpenghuni.

Meski jalanan menuju kesana sepi namun, para wisatawan dapat menikmati pemandangan yang bagus. Selama perjalanan, wisatawan dapat menikmati suasana hutan yang begitu sejuk mampu menerbangkan segala pikiran negatif dalam tubuh. Tidak hanya itu saja, wisatawan juga dapat melihat berbagai macam hewan liar. Contohnya seperti anjing, kera, babi hutan dan anjing. Hewan tersebut berkeliaran bebas dipinggir jalan, sehingga wisatawan harus berhati-hati ketika berkendara.

Dahulu sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang merupakan kawasan yang sama sekali tak dirawat. Bahkan pada tempat tersebut dipenuhi dengan hewan monyet. Hewan tersebut selalu menyambut para wisatawan yang datang. Sering para monyet juga meminta makanan kepada pengunjung, sehingga para pengunjung Tugu Nol Kilometer memberikan camilan untuk mereka. Sekitar kawasan Tugu tampak kotor, sehingga kurang cocok digunakan untuk liburan wisata.

Coba Baca : Arsitek Museum Tsunami Aceh, Ridwan Kamil

Melihat keadaan tempat wisata sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang yang kurang terawat, pihak pemerintah melakukan gerakan renovasi terhadap bangunan tersebut. Proses melakukan renovasi dilakukan cukup lama karena pihak pengelola wisata sekalian memperbaiki kerusakan yang berada di sekitar tugu.

Selesai melakukan renovasi bangunan Tugu Nol Kilometer diresmikan pada tahun 1997 oleh presiden Try Sutrisno. Bapak Try Sutrisno meresmikan telah dibukanya Tugu Nol Kilometer dengan menandatangani pilar yang berbentuk bulat. Letak pilar tersebut berada di lantai pertama bangunan tugu.

Pada lantai dua Tugu Nol Kilometer terdapat dua prasasti yang terbuat dari beton bentuknya persegi empat. Kedua prasasti tersebut ditandatangani oleh BJ Habibie selaku Menteri riset dan ketua teknologi BPP. Isi tulisan prasasti tersebut yaitu tentang penetapan posisi geografis negara Indonesia pada KM 0. Pengukuran posisi geografis  telah menggunakan teknologi canggih yaitu berupa GPS (Global Positioning System).

Memahami cerita sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang diatas membuat Anda semakin mengerti tentang kilas balik tempat wisata tersebut. Meski masih belum dapat dijelaskan mengenai awal pembangunan Tugu Nol Kilometer namun, Anda telah mengetahui sejarah perkembangan tempat wisata sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang ini saat dilakukan renovasi sampai diresmikan kembali.

Perjalanan yang Harus Ditempuh untuk Melihat Sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang

Tugu Nol Kilometer kerap disebut dengan nama Monumen Kilometer. Wisatawan juga sering menyebut nya dengan monumen kilometer saat liburan disana. Para wisatawan sangat semangat melihat Tugu Nol Kilometer karena akses kendaraan menuju tugu banyak sekali. Bila Anda ingin mengunjungi tugu maka, langsung menuju ke kota Banda Aceh. Sampai di kota tersebut, Anda langsung melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Ulee Lheue.

Sampai di pelabuhan Anda harus naik kapal feri dengan tujuan Pulau Weh. Biasanya kapal feri ini selalu stay disana untuk mengangkut penumpang. Waktu mengendarai kapal feri memakan waktu selama satu jam. Akhirnya Anda sampai di Pulau Weh, kemudian lanjutkan perjalanan lagi dengan menggunakan kendaraan umum yang berada disana menuju ke wisata sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang. Perjalanan dari pelabuhan ke tugu memakan waktu kurang lebih satu jam saja.

Menikmati Keindahan Pesona Wisata Sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang

Sampai di Tugu Nol Kilometer Anda langsung disambut pesona keindahan alam laut lepas yang tidak jauh berada di sekitar pantai. Pemandangan tersebut membuat Tugu Nol Kilometer menjadi bagus, sehingga wisatawan yang datang makin menyukai pemandangan yang berada disekitar tugu.

Pesona keindahan wisata sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang terletak pada bangunan tugu yang begitu indah dan gagah. Pesona keindahan tugu tampaknya mampu meyakinkan wisatawan untuk menyusuri ke dalam bangunan tua tersebut.

Tanpa sadar wisatawan  menaiki tugu hingga lantai paling atas, sesampai di lantai atas kemudian lihatlah pemandangan sekeliling tugu. Pemandangan indah memukau, hanya sang pencipta alam saja yang mampu menciptakannya. Keindahan seperti pantai, lautan lepas serta deretan perbukitan melambai-lambai dari bawah tugu, serasa ingin segera dinikmati oleh Anda.

Selanjutnya Anda bisa menikmati fenomena sunset yang luar biasa indahnya dapat dilihat disekitar tugu. Pemandangan sunset ini sangat berbeda dengan lainnya, karena Anda bisa melihat matahari turun secara perlahan-lahan kemudian hilang ditelan oleh sang penguasa samudera.

Kegiatan Seru di Tempat Wisata Sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang

Kemegahan dengan desain bangunan arsitektur nan indah membuat Tugu Nol Kilometer seolah mampu menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk mendatanginya. Tak mungkin wisatawan menolak untuk menikmati ataupun menyelami keindahan tugu yang paling bersejarah ini, bila wisatawan berani menolak sama saja menyia-nyiakan masuk kedalam keindahan pemandangan surga dunia ini.

Berbagai kegiatan seru tentunya bisa dinikmati di tempat wisata sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang. Pertama kali yang harus dilakukan yaitu hunting foto. Sebuah kegiatan mengambil gambar dengan mengutamakan background menarik. Tak hanya itu, background Tugu Nol Kilometer mampu menyulap hasil foto menjadi sebuah karya seni yang tak ternilai harganya. Penampakan megah bangunan tugu menjadikan foto lebih estetika dan bernilai seni tinggi.

Tiada bosannya menikmati pemandangan sekitar Tugu Nol Kilometer Sabang, mulai dari sang matahari terbit hingga tenggelam tempat wisata ini tetap menarik. Sempatkanlah mampir ke penjual souvenir ataupun cinderamata untuk digunakan sebagai oleh-oleh. Adapun souvenir yang dapat dibeli seperti kaos Tugu nol kilometer, gantungan kunci, topi, kerajinan dan masih banyak lagi lainnya.

Asyik membeli souvenir dengan mendatangi pedagang satu ke lainnya kemudian membuat Anda lelah. Kini saatnya Anda melakukan istirahat dengan menikmati wisata kuliner di sekitar Tugu Nol Kilometer. Pada kawasan sekitar tugu telah disediakan fasilitas tempat makan seperti restaurant, warung biasa dan cafe. Menu makanan yang dijual pada tempat makan tersebut sangat khusus, yaitu makanan khas Aceh.

Leave a Comment

Scroll back to top