Mengulik Wisata Sejarah Masjid Raya Al Mashun Medan dan Seluk Beluk di Dalamnya

Medan memang terkenal dengan berbagai keindahan alamnya yang sangat memukau dengan danau Toba dan beberapa tempat wisata alam lainnya. Namun, untuk kali ini Anda bisa mencoba menikmati wisata religi dengan berkunjung ke Masjid Raya Al Mashun Medan yang menawarkan berjuta cerita pada zaman dahulu yang penuh perjuangan. Tidak hanya itu saja, Anda juga berkesempatan untuk menikmati keindahan arsitekturnya yang sangat menakjubkan.

Bisa dikatakan bahwa Masjid Raya Al Mashun Medan ini adalah icon dari kota Medan, sehingga dengan berbagai kemegahan masjid tersebut, tidak mengherankan tempat peribadatan umat muslim ini kemudian menjadi magnet bagi wisatawan dari manapun itu. Menariknya lagi, masjid yang dianggap telah berumur 107 tahun ini berada di pusat kota, sehingga bisa dijangkau dengan sangat mudah dari arah manapun.

Disebutkan bahwa Masjid Raya Al Mashun Medan yang merupakan kebanggaan kota Medan ini mulai dibangun pada tahun 1906 dan diperkirakan selesai pada tahun 1909. Tentu saja dengan waktu yang sangat panjang tersebut menjadikan detail dari masjid tersebut dibuat sedemikian menariknya. Hingga akhirnya, tidak mengherankan jika hampir setiap hari ada banyak wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini.

Sejarah Masjid Raya Al Mashun Medan

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa sejarah dari Masjid Raya Al Mashun Medan ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Maamun Al-Rasyid Perkasa Alamsjah IX. Di tahun tersebut, dikatakan bahwa pembangunan dari tempat peribadatan ini memakan biaya sebesar hampir 1 juta gulden Belanda. Dengan menelan biaya yang tidak sedikit, tidak mengherankan jika masjid tersebut dianggap yang termegah pada zamannya hingga sekarang ini.

Berbicara mengenai asal mula dari nama Masjid Raya Al Mashun Medan ini, dikatakan bahwa nama Al Mashun bermakna “dipelihara” sehingga dari dulu hingga sekarang, masjid tersebut masih berdiri dengan kokoh dan dalam kondisi yang terawat dengan baik. Di zaman dahulu, masjid tersebut sempat dijadikan sebagai masjid kenegaraan yang kemudian Anda yang berkunjung ke lokasi tersebut bisa menyaksikan Istana Maimoon yang merupakan tempat tinggal Sultan Deli.

Keberadaan dari Masjid Raya Al Mashun Medan ini ternyata memunculkan sebuah perkotaan baru di sekitar lokasi masjid tersebut yang kemudian dikenal dengan nama Kota Maksum. Disebutkan dalam sejarah, bahwa kota Maksum itu sendiri dahulunya merupakan sebuah wilayah yang berada di bawah kekuasaan pihak kesultanan Deli. Menariknya lagi, dari dulu dibangun hingga sekarang ini, masjid tersebut belum pernah dipugar sekalipun.

Bahkan, keinginan pemerintah daerah pun yang ingin memperbaiki bagian Masjid Raya Al Mashun Medan yang rusak sempat mendapatkan pertentangan dari pihak setempat mengingat dikhawatirkan hal ini akan mengurangi nilai arsitektur sekaligus seni dari tempat peribadatan itu. Dengan adanya penolakan tersebut, maka hanya penambahan fasilitas tempat wudlu wanita sajalah yang dibangun pada 1980. Tidak mengherankan jika desain masjid tersebut masih tetap utuh.

Untuk saat ini, Masjid Raya Al Mashun Medan berada di bawah kendali dari pihak Pemerintah Kodya Medan. Selanjutnya, bangunan masjid tersebut dianggap sebagai bangunan yang bersejarah sekaligus dilindungi oleh peranan undang-undang. Tidak mengherankan jika selain dijadikan sebagai tempat peribadatan, masjid ini juga dijadikan sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh turis domestik maupun mancanegara.

Keindahan arsitektur masjid yang mengagumkan

gambar dalam masjid raya al mashun

Dengan luas 13,200m2, Masjid Raya Al Mashun Medan memiliki bangunan utama seluas 874m2 ini terbagi menjadi tiga bagian besar yang diantaranya adalah tempat wudhu, ruang utama serta gerbang masuk. Pada ruang utama yang dijadikan sebagai tempat sholat, terdapat beberapa porch yang menempel dan juga menjorok ke bagian luar. Disebutkan bahwa di depan porch selalu terdapat tangga dengan bagian timurnya terdapat plengkung majemuk layaknya Masjid Andalusia.

Mungkin kamu tertarik : Merasakan Kemegahan Masjid Bergaya Timur Tengah: Masjid Agung Al-Makmur

Sedangkan pada bagian selatan-timur dan juga utara-timur terdapat banyak gang yang memiliki lengkungan yang disangga oleh balok. Dengan bentuk denah yang berupa segi delapan di ruang utama Masjid Raya Al Mashun Medan, juga dihiasi dengan kolom marmer yang berbentuk silindris pada setiap titik sudutnya. Yang demikian ini merujuk pada corak Arabesque dan juga Moorish. Pada bagian atasnya terdapat tambour yang menjadi tumpuan kubah utama.

Hal menarik yang terdapat pada Masjid Raya Al Mashun Medan juga bisa terlihat pada porch sekaligus sumbu mihrab sisi depan sekaligus timur yang memiliki gerbang sebagai pedoman posisi kiblat. Dikatakan bahwa desain yang demikian ini mengarah pada arsitektur India, Mesir dan Arab. Pada posisi yang sama dengan lokasi yang terpisah, terdapat sebuah ruang utama dengan bentuk bujur sangkar. Bagian gerbang sisi atas terdapat hiasan dentil dan molding.

Untuk kubah utama dari Masjid Raya Al Mashun Medan ini merujuk pada desain Turki yang dibuat seperti patahan berbentuk persegi delapan. Tidak hanya itu saja, menariknya lagi, pada bagian gang keliling sekaligus kubah juga terdapat atap dengan sisi miring tunggal. Bagian tambour juga terlihat jendela atas yang akan memberikan pencahayaan ruangan yang cukup baik.

Keunikan dari Masjid Raya Al Mashun Medan ini juga terletak pada sisi utara-timur yang memiliki minaret dengan bentuk yang sangat unik dimana penyangga tersebut berbentuk silindris. Pada bagian badan dari minaret ini terdapat hiasan yang merupakan perpaduan antara Arab, Mesir dan Iran. Bahkan, pada bagian atas jendela terdapat pengaruh Gotik yang memiliki bentuk lingkaran. Untuk bagian mihrab dibuat dengan marmer yang ujungnya terdapat kubah runcing.

Makam di Belakang Masjid Raya Al Mashun Medan

Siapa sangka jika Masjid Raya Al Mashun Medan yang didesain oleh sosok J.A Tingdeman ini terdapat sebuah makam sosok penguasa ke-9 kerajaan Melayu Deli yaitu Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alam yang sempat berkuasa pada 1873-1924. Pada bagian depan juga terdapat makam Sultan Deli beserta istrinya. Tidak mengherankan jika selama berwisata ke sini, para wisatawan selalu menyempatkan diri untuk berziarah.

Aktivitas Menarik Selama Ada di Masjid Raya Al Mashun Medan

Dengan daya tampung masjid yang mencapai 1,500 jamaah, Masjid Raya Al Mashun Medan ini juga dijadikan sebagai pusat peribadatan sekaligus ceramah, bertukar pikiran, berbicara tentang Islam dan masih banyak lagi. Selain itu, pada pengunjung juga bisa berburu spot menarik di sana untuk diabadikan. Saat bulan Ramadhan tiba, masjid ini akan sangat ramai orang yang ingin mengikuti berbagai kajian kitab yang sangat bermakna.

Jadi, bagi Anda yang ingin merencanakan perjalanan ke Medan, Sumatera Utara, pastikan Anda singgah di Masjid Raya Al Mashun Medan yang akan menawarkan pengalaman yang sangat berkesan. Di sini, Anda akan menemukan keindahan bangunan yang telah berumur lebih dari 1 abad. Dengan desain kunonya yang masih dipertahankan, menjadikan lokasi wisata ini layak untuk dijadikan referensi akhir pekan bagi Anda yang menginginkan libur panjang bersama keluarga.

Leave a Comment

Scroll back to top