Menjelajah Warisan Kesultanan Deli di Istana Maimun

Menjelajah Warisan Kesultanan Deli di Istana Maimun

Warisan Kesultanan Deli di Istana Maimun

Medan tak hanya sebagai ibukota propinsi Sumatera Utara saja melainkan salah satu kota metropolitan besar di Indonesia. Kota Medan menjadi tujuan liburan populer karena memiliki destinasi wisata andalan seperti Danau Toba, Maha Vihara Adhi Maitreya dan lain-lain. Kalau Anda mengaku pecinta wisata sejarah, wajib mengunjungi destinasi wisata yang penuh historis dan edukatif yaitu Istana Maimun.

Sejarah Istana Maimun

Pernahkah Anda mendengar sebuah legenda populer yaitu Putri Hijau? Ya, legenda ini begitu terkenal dikalangan masyarakat Medan yang memiliki keterkaitan dengan Istana Maimun. Dikisahkan bahwa Putri Hijau merupakan anak ketiga dari Sultan Deli pertama yang memiliki dua kakak yaitu Mambang Jazid yang bisa berubah menjadi naga dan Mambang Khayali yang bisa berubah menjadi meriam. Mambang Khayali menjelma menjadi meriam yang menembaki pasukan Sultan Aceh sebab pinangan ditolak sang putri.

Meriam jelmaan tersebut pecah menjadi tiga bagian yang terpisah di Istana Maimun, Tanah Karo Desa Sukanalu dan Deli Serdang. Pecahan meriam di istana masih disimpan rapi dan dijaga hingga sekarang. Masyarakat Medan percaya bahwa pecahan meriam yang merupakan jelmaan Mambang Khayali tersebut bisa membawa berkah. Sedangkan sang Putri Hijau yang dibawa ke Kesultanan Aceh tidak diketahui keberadaannya setelah pasukan sempat dicegat jelmaan naga Mambang Jazid.

Terlepas dari kisah legenda istana Putri Hijau yang terkenal, Istana Maimun dibangun pada tanggal 26 Agustus 1888 yang diresmikan pada tanggal 18 Mei 1891. Pendiri istana ini adalah penguasa Kesultanan Deli yang bernama Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah yang merupakan raja Deli ke9. Arsitek yang berjasa membangun kemegahan istana ini adalah orang Belanda yang bernama Theodoor van Erp.

Bangunan istana ini menghadap ke timur dengan dua lantai yang terdiri tiga bagian  yaitu bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan. Total luas bangunan bersejarah yang memiliki 30 ruangan ini total 2.772 m2.  Desain arsitektur bangunan bersejarah ini memadukan berbagai kebudayaan mulai Islam, Melayu, India hingga Eropa khususnya Spanyol dan Italia.

Saat Anda tiba di halaman luas dengan rerumputan hijau yang sering dijadikan anak-anak main bola, langsung terkesan dengan keindahan arsitektur Istana Maimun. Warna dominan kuning merupakan lambang warna Melayu yang juga lambang kebesaran Kesultanan Deli. Tak hanya ciri khas Melayu saja, Anda juga bisa melihat perpaduan gaya Eropa dari berbagai ornamen istana mulai lampu, kursi, lemari, meja dan pintu dorong. Bentuk pintu dan jendela yang besar serta lebar merupakan ciri khas bangunan Eropa.

Selain itu, pengaruh nuansa Islam juga ditemukan dalam desain arsitektur Istana Maimun ini. Bagian atap yang memiliki bentuk lengkung mirip perahu terbalik yang sering dijumpai pada bangunan Timur Tengah. Pokoknya Anda bakal terpesona dengan keindahan desain eksterior dan interior bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu kebesaran Kesultanan Deli kala itu. Tak hanya bisa melihat desain arsitektur saja, Anda juga bisa menikmati wisata sejarah dengan masuk ke dalam istana.

Menelisik wisata sejarah dan edukatif di dalam Istana Maimun

Istana Maimun memang dibuka untuk khalayak luas sehingga Anda bisa membayar tiket masuk untuk menelusuri jejak kemegahan istana Kesultanan Deli ini. Anda akan diajak melihat ruangan demi ruangan yang ada di dalam istana. Anda akan disambut pemusik yang memainkan musik Melayu sebelum masuk ke ruang utama istana. Lantunan musik ini akan terus terdengar selama kunjungan para turis ke ikon wisata sejarah Medan ini.

Anda bisa menikmati keindahan interior istana yang masih terawat hingga sekarang termasuk singgasana mewah sang Sultan. Bangunan induk sendiri pernah digunakan untuk upacara penobatan Sultan Deli, acara tradisional Kesultanan Deli hingga tempat sang Sultan menerima tamu kehormatan atau sanak saudara. Terdapat pula prasasti dari batu marmer yang ditulis menggunakan bahasa Belanda. Perabotan rumah Belanda kuno, senjata kuno, foto keluarga Sultan dan lain-lain menjadi daya pikat tempat wisata ini.

Anda bisa mengajak buah hati untuk menyaksikan kemegahan istana serta belajar mengenai khazanah sejarah salah satu kerajaan yang pernah berjaya di Indonesia. Abadikan setiap keindahan bangunan Istana Maimun yang telah berusia lebih dari 125 tahun ini. Bangsa yang besar tentu menghargai sejarah yang dimiliki, bukan? Kenalkan budaya cinta sejarah dan budaya pada si kecil sejak usia dini, ya!

Lokasi dan akses menuju ke Istana Maimun

Istana Maimun beralamat di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Medan, Sumatra Utara.

Letak yang strategis berada di pusat kota Medan sehingga Anda tidak akan kesulitan menemukan tempat rekomended ini. Lokasi wisata berdekatan dengan Taman Sri Deli dan Masjid Raya Al Mashun hanya berjarak sekitar 200 meter dari Istana Maimun. Akses transportasi yang bisa Anda pilih juga beragam mulai taksi, ojek hingga angkutan umum. Istana Kesultanan Deli ini bisa dijangkau kendaraan apa saja baik transportasi umum atau pribadi.

Artikel Menarik : Sepenggal Cerita Perjuangan Masa Lalu dari Rumah Cut Meutia

Kalau dari Bandara Kualanamu di Medan, jarak bandara hingga tempat wisata andalan ini sekitar 40 kilometer. Anda bisa memilih naik kereta api dari stasiun dari rute Bandara Kualanamu-Medan (ARS Railink) turun di stasiun Medan lantas pilih angkutan umum jurusan Amplas dan turun di Istana Maimun.

Harga tiket masuk dan jam operasional Istana Maimun

Istana Maimun dibuka untuk masyarakat umum setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore hari. Tentu istana bakal ditutup jika digunakan untuk perhelatan acara kesultanan khusus seperti perhelatan upacara adat. Istana yang kini ditinggali oleh penerus atau ahli waris Kesultanan Deli ini juga sering digunakan untuk berbagai acara penting seperti pertunjukan musik tradisional Melayu, acara budaya dan lain-lain.

Anda hanya perlu membayar tiket masuk sebesar 5 ribu rupiah saja sedangkan anak-anak akan dikenakan biaya 3 ribu rupiah. Tentu sebuah nilai yang sangat murah meriah untuk wisata yang bersejarah dan edukatif. Kalau ingin menikmati liburan lebih seru dan menyenangkan, Anda bisa menyewa pakaian adat Melayu yang dibandrol dengan harga sewa lumayan terjangkau mulai 15-30 ribu rupiah saja. Murah banget, bukan? Anda bisa puas berfoto dengan pakaian adat di Istana Maimun yang megah.

Istana Maimun sangat cocok dijadikan tempat liburan yang memberikan wawasan sejarah baru untuk Anda. Tak ada salahnya mengenalkan buah hati pada budaya dan sejarah bangsa sendiri. Toh, fasilitas di sekitar istana cukup memadai kalau Anda merasa lapar. Di kawasan wisata satu ini, mudah menemukan pedagang makanan mulai warung makan hingga kelas restoran. Tinggal sesuaikan dengan keinginan dan anggaran liburan Anda saja kok.

Kalau sudah puas berlibur dan menjelajah setiap sudut Istana Maimun, Anda bisa melanjutkan perjalanan menjelajah destinasi wisata di kota Medan. Setidaknya Anda telah menginjakkan kaki di tempat wisata yang menjadi landmark kota Medan, Sumatera Utara. Yuk, ajak keluarga Anda berlibur ke Medan sekarang juga!

Leave a Comment